
PEDULI HIV AIDS
HIV AIDS merupakan penyakit yang sangat membahayakan, banyak orang yang meninggal oleh penyakit yang satu ini. 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia oleh karena itu banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap virus yang satu ini, seperti penyuluhan kepada masyarakat dan membina serta membimbing agar tidak terpengaruh pada hal-hal yang mengandung risiko penyakit yang satu ini. Selain hal tersebut yang dapat dilakukan pentingnya pengendalian diri untuk teguh pada ajaran agama yang memberikan larangan terhadap tindakan-tindakan negatif yang dapat menyebabkan terularnya virus tersebut. Virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia sehingga, penderita mudah terserang penyakit. Oleh karena itu pentingnya pemberian pengertian kepada masyarakat bahayanya penyakit ini sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi dan pencegaham dini. Berdasarkan data yang diperoleh dari Wikipedia Bahasa Indonesia HIV AIDS memiliki definisi yaitu, Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menurunkan kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
Penderita penyakit ini di Indonesia sudah cukup sangat memprihatinkan. Dari data yang diperoleh berdasarkan depkes hingga bulan September 2008 kumulatif jumlah pasien AIDS di Indonesia mencapai 15.136 orang, dari jumlah tersebut paling banyak berada pada usia produktif yakni 20-29 tahun. Meninjau jumlah komulatif yang sangat memprihatinkan itulah masyarakat melakukan berbagai tindakan simpatisan untuk mencegah penularan virusnya HIV AIDS salah satunya sumber yang diperoleh dari http://beritasore.com, berbagai aktivis melakukan kegiatan memperingati hari AIDS yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar seratus aktivis Aids yang tergabung dalam Yayasan Gerakan Sosial Advokasi dan HAM Untuk GAY (Gessang) sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Solo menggelar aksi memperingati Hari Aids Sedunia, di Bundaran Geladag Solo, Senin (01/12/2008). Dalam aksi tersebut mereka meminta peningkatan perhatian Pemerintah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Solo melalui pemberian anggaran dana yang cukup. Selain itu aksi simpati serupa dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat yang semakin gencar mensosialisasikan bahaya AIDS di Pekanbaru. Kelompok yang terdiri dari kalangan mahasiswa, LSM dan pejabat juga terlibat dalam aksi peringatan hari AIDS pada 1 Desember 2008 ini di Pekanbaru. Ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindari penyakit tersebut, dengan munculnya reaksi peduli HIV AIDS ini dapat menghindari risiko tertular penyakit yang mematikan ini.
Dari data yang diperoleh berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia pula para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika. Sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981 virus ini terus menyerang manusia dan penularannya terjadi dengan cepat tanpa terkendali sehingga penyakit ini menjadi salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. Sedangkan berdasarkan pendapat Arli Aditya Parikesit (2008) dalam artikelnya yang berjudul Lebih Jauh dengan HIV/AIDS dan Penanggulanggannya penyebaran HIV AIDS di Indonesia terjadi pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang, hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS. Penyebarannya begitu cepat sehingga menyebabkan kematian.
Penularan penyakit ini juga terjadi tanpa terkendali, apabila seseorang mengidap AIDS ia akan amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun. Oleh karena itu penularannya kepada orang lain melalui hubungan seksual yang tidak terlindungi (tanpa pengaman) dengan orang yang telah terinfeksi HIV. Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian. Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV. Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI). Setelah proses penularan, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala. Tanda-tanda klinis penderita AIDS yaitu, berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan, diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan, demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan, serta penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologist hal ini berdasarkan data yang dikutip dari pembahasan yang dipaparkan oleh Arli. Selanjutnya Arli memaparkan pula bahwa penularan HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman, pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, dan pasangan seksual pengguna narkoba suntik, serta bayi yang ibunya positif HIV.
Pencegahan berdasarkan data yang di peroleh dari depkes HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu menggunakan pengaman pada setiap hubungan seks berisiko, tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Menghindari pemakaian narkoba yang membahayakan, karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup, oleh karena itu perlunya dilakukan pencegahan dini dan penyuluhan mengenai HIV AIDS di kalangan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang bahaya penyakit ini, memberikan pengertian bagaimana melakukan pencegahan agar menghindari hal-hal negatif yang dapat menyebabkan tertularnya virus berbahaya ini.
PEDULI HIV AIDS
Selasa, 26 Januari 2010
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
20.07
0
komentar
MENGANALISIS KWALITAS BUKU TEKS BERDASARKAN CARA PENILAIAN BUKU TEKS DENGAN 10 KRITERIA GREENE DAN PETTY
KATA PENGANTAR
Buku teks merupakan komponen penting dalam sistem pembelajaran, karena buku teks merupakan bahan ajar dan juga sebagai sumber panduan dalam pengajaran. Selain kurikulum yang merupakan pedoman bagi sistem pengajaran, pemilihan buku teks yang dipakai harus didasarkan pada kurikulum dan kwalitas lain yang haus dimiliki buku teks agar menjadi buku teks yang berkwalitas.
Komponen yang harus dipenuhi untuk buku teks yang berkwalitas ada beberapa kriteria salah satunya berdasarkan pendapat Greene dan Petty yaitu 10 kriteria buku teks yang berkwalitas. Buku teks yang berkwalitas adalah salah satu komponen yang harus di penuhi guna memaksimalkan sistem pembelajaran di sekolah dan membantu siswa untuk belajar, oleh karena itu pentingnya buku teks yang berkwalitas.
Menganalis buku teks dengan standar kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Kompentensi) 2004 adalah cara untuk mengetahui bagaimana kwalitas buku teks yang telah kita gunakan terdahulu dalam sistem pembelajaran 2004 lalu. Contohnya dengan menganalisis satu bab buku Bahasa Indoesia Kelas XI yang di gunakan dalam sistem pembelajaran sebelumnya. Apakah sudah berkwalitas dan memenuhi pedoman buku teks yang baik dan penulisan buku teks sudah dengan cara penulisan buku yang berkwalitas.
Dengan menganalis salah satu bab di buku teks ini diharapkan mampu membantu kita untuk mengetahui sejauh mana peranan buku teks ini pada sistem pembelajaran dan membantu guru dan siswa untuk memahami materi pembelajaran.
Penganalisis
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas XI
Penulis : E.K. Djuharmie dan Asep Juanda
Tahun Terbit : 2004
Nama Penerbit : Regina
Tebal Buku : viii + 268 halaman
Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas XI
Bab 2 (Pembelajaran 2)
Kedisiplinan
Halaman 15 – 34
PENDAHULUAN
Menganalisis buku teks adalah salah satu cara agar kita mengetahui sejauh mana kwalitas buku teks yang kita pakai pada sistem pembelajaran. Buku teks memiliki peranan penting bagi guru dan siswa selain sebagai bahan acuan pembelajaran dan sebagai sarana untuk membantu belajar siswa. Buku teks pula membantu siswa untuk memahami materi yang akan mereka pelajari dengan membaca dan memahaminya. Buku teks yang baik haruslah menarik dan mampu meransang minat siswa untuk termotivasi belajar. Dengan buku yang menarik siswa akan mau belajar dan tertarik untuk memahami materi pembelajaran.
Teori yang di pakai untuk menganalisis berdasarkan Greene dan Petty yang memaparkan 10 kriteria cara penulisan buku yang tergolong berkwalitas dan baik. Buku teks yang mampu membimbing siswa untuk lebih mudah memamahami pelajaran. Dari analisis satu bab buku tersebut dapat kita ketahui apakah buku teks tersebut bermanfaat bagi pembelajaran siswa dan guru serta mampu memandu siswa untuk memahami materi pembelajaran. Berdasarkan pendapat Greene dan Petty ada 10 kriteria yang harus dipenuhi untuk buku teks yang berkwalitas komponen tersebut adalah buku teks harus menarik minat anak-anak, buku teks harus mampu memberi motivasi bagi siswa, buku teks juga harus memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa-siswanya. Buku teks seyogianyalah harus mempertimbangkan aspek-aspek linguistik, lalu buku teks juga haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, serta buku teks juga harus menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadii para siswa. Kemudian buku teks haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar, selanjutnya buku teks juga harus mempunyai sudut pandang yang jelas. Selain itu buku teks haruslah mampu memberi pemantapan penekanan nilai-nilai anak dan orang dewasa serta buku teks harus menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa dan pemakainnya.
Dari hasil penganalis yang telah dilakukan, dimulai dengan membaca buku, memahami materi, lalu menentukan apa yang akan di nilai dan menganalisis serta mendiskripsikannya selanjutnya memberikan kesimpulan dan saran. Dari kegiatan menganalisis satu bab buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI dengan standar Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, diharapkan mampu mengetahui kwalitas buku teks yang telah di analis dan mengetahui manfaatnya bagi siswa dan hasil pengamatan berdasarkan analisis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan Greene dan Petty ada 10 Kriteria Cara Penilaian Buku Teks
1. Buku teks itu haruslah menarik minat anak-anak
Dari bab tersebut sudah di tuliskan beberapa contoh teks yang menarik. Penulis memaparkan wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat dari kisahnya yang unik dan menarik yang menceritakan tokoh Kinta seorang pemahat yang berhasil dan berjuang untuk mempertahankan agar hasil pahatannya memiliki kwalitas yang baik dan mampu menarik pembeli seperti sebelumnya. Selanjutnya pula dipaparkan pula wacana yang berjudul Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum yang menarik untuk di baca siswa.
2. Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi siswa
Dari wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat dari kisahnya yang sangat menarik bagaimana perjuangan Kinta untuk mengembalikan karya pahatannya seperti sebelumnya yang lebih baik dan berkwalitas.
3. Buku teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa.
Dari wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat ada ilustrasi yang menarik mengenai gambar seseorang yang sedang memahat. Di halaman selanjutnya pada wacana yang berjudul Bersama Hatta dan Sjahrir terdapat ilustrasi gambar Muhammad Hatta. Kemudian pada penyajian materi mengenai drama di ilustrasikan juga gambar tokoh yang sedang bermain drama. Selanjutnya penulis memaparkan mengenai Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif disana terdapat ilustrasi gambar mengenai paragraf induktif dan deduktif.
4. Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik
Penulis memaparkan materi dengan baik dan lugas, dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah di pahami oleh pemakainya, yaitu siswa. Walaupun ada beberapa istilah dalam bahasa asing yaitu Bahasa Inggris namun di paparkan pula penjelasannya dan pemilihan istilah yang sudah biasa di ketahui oleh siswa. Contohnya pada pemaparan mengenai teori drama ada beberapa istilah yang digunakan seperti Reading, Casting, Blocking, Running, Gladiresik, Lighting, dan Sound System, penulis memberikan pemahaman kepada pembacanya. Selanjutnya ada materi mengenai menyusun ringkasan buku, terdapat langkah-langkahnya yaitu pertama survei, question, read, recite dan review atau yang di kenal dengan istilah tehnik SQ3R. Penulis memaparkan definisnya dan contohnya agar mudah dipahami oleh siswa.
5. Buku teks harus berkaitan erat dengan pelajaran-pelajaran yang lain
Dari buku teks terdapat wacana yang berjudul Bersama Hatta dan Sjahrir dari wacana terdapat pemaparan mengenai pelajaran sejarah mengenai kisah Muhammad Hatta dan Sjahrir. Kemudian pada wacana yang berjudul Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum terdapat materi yang berhubungan dengan mata pelajaran ketatanegaraan serta pengetahuan umum mengenai ketertiban umum.
6. Buku teks dapat menstimulasi atau merangsang aktivitas pribadi para siswa
Dari bab tersebut di paparkan materi mengenai drama secara lengkap dan diharpakan siswa dapat berminat untuk belajar dan mempraktekan drama secara langsung. Selain itu di pojok halaman terdapat sedikit materi mengenai kisah sastrawan kita. Disana dipaparkan mengenai kisah Putu Wijaya menarik yang merupakan tokoh teater dan sebagai pembaharu teater Indonesia tahun 1970-an. Dari kisahnya siswa diharapkan siswa dapat mencontoh semangat dan terstimulasi untuk belajar lebih giat.
7. Buku teks haruslah sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar.
Penulis dengan jelas memaparkan konsep-konsep materi dengan cermat dan baik, sehingga tidak membingungkan para pemakainya. Contohnya penulis memaparkan mengenai Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif. Dengan jelas dan bertahap penulis memberikan definisi, konsep, contoh dan pemaparan yang tepat dan akurat. Kemudian penulis memberikan materi mengenai majas, penulis memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca dengan baik dan dengan lengkap disertai contoh-contohnya. Selanjutnya mengenai konsep meringkas buku dengan tehnik SQ3R, dan memaparkan materi mengenai drama dengan jelas dan lengkap.
7. Buku teks harus mempunyai sudut pandangan yang jelas
Sudut pandangan buku sudah jelas dan tegas, penulis memaparkan penjelasan dengan baik dan akurat, sehingga para pemakainya memiliki sudat pandang sama yang setia ddan mengacu pada satu sudut pandangan yang sama. Buku teks juga memaparkan sudut pandangan yang tersusun rapi dan sistematis. Setelah memberikan materi dan pemaparannya di serta contoh kemudian memberikan pelatihan dan tugas.
9. Buku teks haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
Pada bab ini di bahas dengan tema kedisplinan, memberikan pemantapan pada nilai-nilai moral. Kemudian dari cerita Kisah Seorang Pemahat siswa bisa memetik nilai-nilai yang baik dari contoh dan panutannya. Adapula dari wacana Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum terdapat pengajaran mengenai nilai-nilai sosial dan pengajaran ketertiban umum. Selanjutnya pada wacana Bersama Hatta dan Sjahrir dari wacana terdapat kisah yang mencerminkan kebaikan, kisah Muhammad dan Sutan Sjahrir yang cocok dan patut di tiru, dari kehidsupannya yang sederhana dan disiplin.
10. Buku teks haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa dan pemakainya.
Buku tersebut tidak membeda-bedakan salah satu individu maupun kelompok, buku teks tersebut menghargai perbedaan-perbedaan para pemakainya. Buku teks tersebut sesuai dan cocok dengan para penggunanya, yaitu kalangan SMA. Dari segi bahasa yang komunikatif dan mudah di pahami oleh siswa. Siswa dan guru dapat dengan mudah menggunakannya sebagai buku panduan selain ada buku tambahan atau sumber lain.
SIMPULAN DAN SARAN
Buku teks yang berkwalitas harus memiliki kesepuluh komponen tersebut dan juga buku teks harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, karena pentingnya kurikulum dalam sistem pendidikan karena kurikulum merupakan pedoman dan panduan dalam sistem pembelajaran agar sistem pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Selanjutnya indikator yang telah di paparkan sebelumnya dalam buku teks harus dapat terpenuhi, sebagai hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil analisis buku tersebut telah memiliki kwalitas yang baik karena telah memiliki kesepeluh komponen yang telah di paparkan oleh Greene dan Petty, dilihat dari pentingnya kwalitas buku teks pada sistem pembelajaran maka perlunya kita menganalisis buku teks apakah layak dan sesuai untuk di pakai dalam sistem pembelajaran.
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
20.07
0
komentar
GERAKAN MAHASISWA PEDULI PALESTINA
Berita 1 minggu ini di Palestina memang sangat memprihatinkan salah satunya adalah berita mengenai terjadinya Blokade total Israel di wilayah Gaza menyebabkan bencana kemanusiaan bagi warga Palestina diwilayah itu salah. Menyikapi hal ini mahasiswa tidak hanya diam, sebagai bentuk simpati dan apresiasi kepada warga Palestina. Kamis, 27 November mahasiswa UNSRI yang terdiri atas gabungan aktivis kampus seperti Nadwah dan Lembaga Dakwah Fakultas lainnya mengadakan aksi damai dengan membagi-bagikan untaian bunga putih dan bendera kepada mahasiswa-mahasiswi UNSRI. Bukan hanya itu, mahasiswa juga mengalang dana yang merupakan bentuk simpati lainnya kepada warga Palestina. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB yang dimulai dari terminal bus UNSRI dan bergerak melangkah menuju ke fakultas lainnya mahasiswa terus menyuarakan apresiasi mereka. Mahasiswa juga menyuarakan aksi damai di gedung Rektorat UNSRI, rombongan mahasiswa yang di koordinasi oleh Iwan Oktariansyah (Mahasiswa Tehnik Pertambangan) diterima dengan baik oleh pihak rektorat. Sistem penyerahan hasil penggalangan dana juga sudah terorganisasi dengan baik “kami akan menyalurkannya dana kepada FSLDK (Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus) wilayah Sumsel selanjutnya akan diserahkna kepada forum KISPA (Kestuan Indonesia Solodaritas Palestina)” ujar Iwan dan diharapkan dana yang terkumpul mampu meringankan beban warga Palestina. Aksi serupa juga dilakukan oleh Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus wilayah Sumsel, simpastisan menggalang dana untuk membantu masyarakat Palestina. Kesatuan Indonesia Solidaritas Palestina (KISPA) yang merupakan wadah masyarakat untuk menyalurkan kepeduliannya pada warga Palestina memang sangat memberi pengaruh positif, di tahun sebelumnya hasil penggalangan dana tersebut juga mendapat respon positif dari masyarakat, terkumpul dana sebanyak 9 juta rupiah dari seluruh penggalangan dana yang di lakukan dan di harapkan untuk tahun ini diprediksikan mencapai 15 juta rupiah.
BULETIN LPM GS UNSRI
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
20.05
0
komentar
RESENSI NOVEL
Judul Resensi : Kisah Harry Potter dan Pangeran Kegelapan
Judul Novel : Harry Potter and The Deathly Hallows
( Harry Potter dan Relukui Kematian )
Nama Penulis : Joanne Kathleen Rowling
Alih Bahasa : Listiani Srisanti
Tahun Terbit : 2008
Nama Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 999 Halaman
ISBN -10 : 979-22-3349-0
ISBN -13 : 978-979-22-3349-0
Membaca merupakan suatu kegiatan yang mengasyikan bagi sebagian orang tertentu malahan membaca dijadikan sebagai suatu kebutuhan. Namun bagi beberapa orang membaca merupakan kegiatan yang membosankan. Tetapi hal ini berbeda jika kita lihat dari pembaca novel best seller ini. Pembacanya tidak merasa bosan hingga menyelesaikan novel setebal 999 halaman. Ternyata kemauan dan minat pembaca tidak seburuk yang kita duga, saat ini diperkirakan terjadi krisis motivasi membaca di kalangan masyarkat, orang-orang lebih suka menonton atau namun tidak untuk novel yang satu ini.
Penulis buku ini adalah seorang ibu rumah tangga yang telah melahirkan berbagai buku best seller. Ketujuh novel berserinya mendapat berbagi macam penghargaan dari berbagai negara, sehinga terbitnya novel terakhir ini sangat dinantikan oleh para pencintanya. Novel karya penulis yang jenius ini telah dialihbahahasakan dalam 56 bahasa di seluruh dunia.
Harry Potter seorang penyihir muda yang merupakan tokoh utama yang berjuang untuk menghadapi musuh besarnya Lord Voldemort / Pangeran Kegelapan (seorang penyihir jahat yang sangat kejam dan ia telah membunuh kedua orang tua Harry). Kau-Tahu-Siapa yang merupakan sapaan khusus untuk Lord Voldemort, penyihir hitam tersebut telah bangkit kembali dan hendak membunuhnya serta mengusai dunia sihir. Setelah Kementrian sihir jatuh ke tangan musuh besarnya Harry pun harus hiudp dalam pelarian. Ia hidup dan terus menerus bersembunyi hingga menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. Harry di beri tugas oleh Kepala Sekolahnya Albus Dombledore yang telah tiada untuk mencari ketujuh Horuc yang merupakan kunci kematian Lord Voldemort. Ada ramalan yang mengatakan bahwa tidak ada yang bisa hidup diantara keduanya, karena keduanya harus saling membunuh satu sama lain. Di mulailah pencarian Harry bersama kedua sahabatnya Ron Weasly dan Hermonie Granger untuk menemukan rahasia yang dimaksud untuk menyelamatkan dunia sihir. Petualangan yang menakjubkan dan fantasis yang mereka alami, dari suka duka, letihnya dalam pelarian yang terus di buru oleh para Pelahap Maut yang merupakan kaki tangan Voldemort, serta misteri-misteri lain yang belum terpecahkan, mengenai apa rahasia di balik Tongkat Sihir Elder, Kematian Ariana, dan kisah misterius Albus Dombledore yang berliku serta kisah relikui kematian antara Harry Potter dan musuh besarnya Lord Voldemort.
Penulis mampu menceritakan kisah ini dengan jenius, menarik, unik dan sangat mengesankan. Dari kata-kata demi kata yang benar-benar mampu membimbing kita untuk merasakan dunia yang ia ciptakan hingga kita mampu terjun dan masuk ke dalam dunia fantasi yang di paparkan penulis.
Dari segi terjemahan novel ini sudah memiliki kwalitas yang baik, saat membaca kita tidak merasakan kesulitan karena sudah sesuai dengan Bahasa Indonesia, kita bias memahami maksud dan tujuan penulis. Selanjutnya mengenai kemasan novel ini sudah di adaptasikan dengan menarik, dari gambaran ilustrator yang melukiskan tokoh utama di cover depan dengan warna kuning genteng yang dipadukan dengan warna hitam yang apik. Novel dengan 2 jenis cetakan ini yaitu hard cover dan soft cover, memang sangat dinantyi-nantikan di kalangan pencintanya sejak sebelum hari penerbitan sudah banyak orang yang memesan jauh-jauh hari karena takut ketinggalan seri terakhir novel best seller ini.
Novel ini cocok bagi anak-anak maupun dewasa, semua kalangan yang memiliki hobi membaca dan ketertarikan pada sebuah narasi yang benar-benar fantasis dan mengagumkan. Tetapi, jika kita tidak pernah dan tidak mengetahui cerita atau daris eri terdahulunya terkadang kita tidak bisa untuk memahami maksud dan tujuan apa yang disajikan oleh penulis, karena banyak terdapat kata-kata maupun istilah yang ditulis penulis tidak kita pahami atau kita ketahui. Jadi, seseorang akan memdapat kesulitan jika tidak membaca edisi sebelumnya. Belum lagi tebalnya halaman yang menjadi faktor untuk membuat rasa enggan bagi pembaca yang baru mau memulai membaca. Tetapi, jika kita telah membacanya ada dorongan dari dalam diri untuk membacanya hingga selesai karena ketertarikan dengan akhir dan bagiamana cerita selanjutnya dan bagaimana kisah perjalanan mengesankan penyihir muda ini.
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
20.04
0
komentar
BIPA
Pengajaran dan Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing
Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan untuk bangsa Indonesia. Bahsa yang mengalami berbagai penyerapan dan adaptasi dari bahasa lain sehingga memiliki keunikan dan keanekaragaman tersendiri. Bahasa Indonesia saat ini tidak hanya digunakan oleh bangsa Indonesia sepenuhnya karena bangsa Indonesia telah dipelajari dan digunakan oleh bangsa lain sebagai penutur asing. Perkembangan Bahasa Indonesia di luar negeri sudah cukup baik jika kita lihat dari banyaknya lembaga maupun pusat pendidikan yang mengajarkan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing dan penggunaannya serta kendala yang di hadapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing merupakan salah satu cara untuk mengenalkan Bahasa Indonesia ke negera-negara lain, pengajaran yang di lakukan oleh beberapa lembaga-lembaga dan pusat pendidikan yang mengajarkan Bahasa Indonesia bagi penutur asing terus meningkatkan dan memperbaiki mutu dan kwalitasnya agar Bahasa Indonesia semakin dikenal oleh bangsa lain. Salah satu contoh lembaga yang mengajarkan Bahasa Indonesia bagi penutur asing adalah Pusat Bahasa. Mengenai pengajaran yang lembaga tersebut memiliki beberapa komponen yaitu pengajar, pengajar adalah orang-orang yang telah berpengalaman mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Mereka adalah para penutur asli bahasa Indonesia yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan telah memahami seluk-beluk bahasa. Selanjutnya kelas atau tingkatan, yaitu Tingkat Dasar/Pemula (BIPA I), Tingkat Madya (BIPA II), dan Tingkat Lanjut (BIPA III). Tiap tingkatan ditempuh selama satu semester dengan jumlah jam belajar 64 jam (per minggu 2 kali pertemuan 2 jam). Selain itu, fasilitas yang tersedia dalam pengajaran BIPA di Pusat Bahasa, antara lain ruang kelas, buku, kaset, dan CD bahan ajar, perpustakaan, laboratorium bahasa. Hal ini didasarkan pada pembelajaran yang dilakukan di Pusat Bahasa. (http://pusatbahasa.diknas.go.id /laman/ index.php? lmenu=layanan&info=bipa). Dengan pengajaran yang lengkap dari bahan ajar, komponen pembelajaran yang lengkap dan metode pembelajaran yang tepat serta staf pengajar yang berkualitas diharapkan mampu mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing.
Penggunaan Bahasa Indonesia telah banyak di berbagai negara di belahan bumi, hal ini mungkin di latar belakangi oleh letak geografis yang strategis, maupun karena bentuk kerjasama Indonesia dengan Negara lain atau faktor-faktor lain seperti sumber saya alam yang sangat potensial maupun keanekaragaman budaya bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diajarkan di berbagai Negara berarti penggunaannya juga sudah cukup banyak. Dari data yang telah diperoleh berdasarkan (http://kain.depdiknas.org/news.php?id=22) Bahasa Indonesia telah diajarkan di 73 negara. Terbanyak terdapat di Jepang, Australia, Amerika, dan Jerman. Lembaga tersebut umumnya tempat kursus, universitas, sekolah, dan sekolah Indonesia di luar negeri. Penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai Negara ternyata telah mendapat respon yang positif namun bila kita pelajari lebih jauh ada beberapa kendala yang di hadapi bagi siswa ataupun penutur asing yang belajar Bahasa Indonesia salah satunya berdasarkan pengamatan salah seorang pengajar BIPA (mahasiswa dari Universitas Tasmania dan Universitas Deakin, Australia), penulis menemukan bahwa persoalan berbahasa Indonesia tulis merupakan persoalan yang rumit bagi penutur asing. Mereka cenderung membahasatuliskan bahasa lisan. Kesulitan ini juga dialami oleh “X”, seorang Magister Kehutanan dari negeri Belanda (http://www.ialf. edu/bipa/jan2003/efektivitaspengajaranmenulis.html). Kenyataannya jika kita ketahui pembelajaran yang paling penting adalah bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan bagaimana agara penutur asing mampu dan benar-benar memahami arti dan maksud dari Indonesia tersebut. Kendala lain yang diperoleh dari sumber (http://www.ialf.edu/bipa /jan 2003/efektivitaspengajaranmenulis.html) adalah ketidakmudahan untuk memahami bahasa itu hampir terjadi pada setiap aspek ketatabahasaan (fonem, morfem, dan sintaksis). Memang banyak kesulitan untuk memahami hal tersebut lebih dalam, di butuhkan kerja keras dan bimbingan serta latihan untuk lebih dapat memahami. Selain itu membutuhkan waktu belajar yang tidak relatif singkat. Tergantung sejauh mana kesungguhan pembelajaran dari penutur asing.
Perkembangan Bahasa Indonesia di luar negeri sudah menunjukan hasil yang baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peminat yang belajar Bahasa Indonesia di lembaga maupun pusat pendidikan yang mengajarkan Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Tetapi ada beberapa faktor yang menjadi kendala bagi penutur asing untuk mempelajari Bahasa Indoensia. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus untuk mengatasi kendala tersebut. Selain dibutuhkan kegigihan dari pembelajaran yang efektif dari penutur asing tersebut dibutuhkan pula pengajaran yang baik and relevan bagi penutur asing.
DAFTAR PUSTAKA
2008. “Bahasa Indonesia Diajarkan di 73 Negara”.(http://kain.depdiknas.org/news. php?id=22). Diakses tanggal 19 November 2008.
“BIPA Pusat Bahasa”. http://pusatbahasa.diknas.go.id /laman/ index.php? lmenu= layanan&info=bipa). Diakses tanggal 19 November 2008.
Gani, Erizal. “Efektivitas Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing: Studi Kasus pada Seorang Pelajar dari Belanda”(http://www.ialf.edu/bipa /jan 2003/efektivitaspengajaranmenulis.html). Diakses tanggal 19 November 2008.
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
20.03
0
komentar
RESENSI BUKU
Arinah Fransori NIM 06071002022
Judul Resensi : Meningkatkan Kemampuan Membaca
Judul Buku Asli : Read Faster, Recall More: Use proven tehniques for speed reading and maximum recall
Judul Terjemahan : Speed Reading Better Recalling (Memanfaatkan Teknik-Teknik Teruji untuk Membaca Lebih Cepat dan Mengingat Secara Maksimal)
Nama Penulis : Gordon Wainwright
Alih Bahasa : Heru Sutrisno
Tahun Terbit : 2007
Nama Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 136 + VIII
ISBN : 979-22-1976-5
Harga : Rp. 36.500,-
Membaca meruakan kegiatan yang membutuhkan kesimbangan yang baik, dimulai dari mulai gerakan mata dan pemantapan pemikiran serta kemampuan untuk untuk menerima informasi dan menelaah informasi tersebut. Dibutuhkannya keseimbangan yang baik dan akurat agar kita mampu menerima informasi secara tepat dan mengingat informasi tersebut saat kita perlukan. Dalam membaca dibutuhkan pula konsentrasi agar kita bisa menyimpan informasi secara maksimal. Semakin sering kita membaca maka semakin baik pula kemampuan membaca kita. Oleh karena itu Gordon Wainwright menulis buku ini, buku ini bermanfaat sebagai panduan atau pedoman agar kita mampu menguasai tehnik membaca lebih cepat dan memaksimalkan daya ingat kita dalam membaca. Saat ini terkadang banyak orang yang mengalami hambatan dalam membaca, mulai dari kemampuan daya ingat kita yang kurang baik yang mungkin dikarenakan jarangnya melakukan aktivitas membaca sehingga sedikit sekali informasi yang diperoleh dari bahan bacaan maupun kurangnya konsentrasi saat membaca atau hambatan-hambatan lain yang kita alami saat membaca.
Pada bab pertama penulis memaparkan mengenai sejauhmana kemampuan awal kita saat membaca, dimulai dengan latihan dan menilai hasilnya serta menentukan langkah selanjutnya. Di bab ke-2 ditulis mengenai tujuan dan sasaran serta target apa yang akan kita tempuh dengan penambahan latihan untuk menguji kemampuan membaca kita. Di bab selanjutnya tentang metode-metode dasar membaca untuk perbaikan dan dibab ke-4 tentang mekanisme membaca dan mempelajari berbagai tehnik untuk mengatasi masalah dalam membaca. Bab ke-5 berisi mengenai pemahaman dan membaca kritis serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman tersebut, kemudian di bab berikutnya tentang teknik-teknik retensi dan dibab ke-7 berisi bagimana teknik mengingat dalam membaca. Lalu bab ke-8 mengenai strategi membaca secara fleksibel dan teks-teks yang digunakan sebagai latihan dalam membaca dan di bab selanjutnya mengenai strategi membaca sepintas lalu. Di bab ke-10 mengenai masalah dalam membaca dan di bab berikutnya tahapan terakhir yaitu garis finis dengan penambahan teks-teks latihan untuk menguji sejauh mana kemampuan membaca kita. Di bab ke-12 berisi mengenai bagaimana tindak lanjut kita setelah mencapai hasil yang diharapkan, yaitu dengan terus-menerus melakukan peningkatan atau paling tidak kestabilan dalam kemampuan membaca dan bab terakhir mengenai catatan yaitu tabel konversi kecepatan membaca dan kunci jawaban dari soal dan latihan yang terdapat pada bab-bab sebelumnya. Penulis memaparkan ide-ide yang kreatif guna meningkatkan kemampuan membaca kita agar lebih cepat dan maksimal dengan baik dan benar-benar menuntun pembaca.
Penulis mengorganisasikan ide dan pemikirannya dengan runtut dari tahap awal yang memaparkan tahap awal membaca, lalu menetapkan target, tujuan dan sasaran serta pemaparan tehnik-tehnik membaca. Selanjutnya pula latihan-latihan untuk membaca hingga tindak lanjut setelah membaca. Dengan gaya penulis yang mengajak dan membuka wawasan sehinga pembaca lebih mudah memahami maksud penulis. Tujuan penulis buku ini adalah sebagai panduan untuk membaca lebih cepat sehingga waktu lebih efektif dan memperoleh informasi lebih banyak serta memiliki daya ingat yang baik saat membaca.
Buku yang ditulis oleh Gordon Wainwright dan di alihbahasakan oleh Heru Sutrisno ini memberikan tehnik-tehnik yang bermanfaat untuk pembaca. Penulis menginformasikan maksud dan tujuannya kepada penulis dengan baik, dengan gaya penulisan yang mudah di pahami dan secara jelas. Penulis memberikan tuntunannya dengan baik kepada pembaca. Mengenai hasil terjemahan juga sudah baik, tidak adanya kerancuan dan sudah sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Buku yang setebal 136 halaman yang memiliki cover yang menarik dengan warna putih dan dikemas secara praktis dan dengan bahan kertas yang berkwalitas sehingga lebih enak untuk dibaca. Namun mungkin karena buku ini hasil terjemahan penerjemah mungkin tidak memaparkan daftar pustaka. Di buku juga tidak di paparkan kredibilitas penulis secara jelas, hanya dituliskan di bagian sinopsis cerita bahwa penulis merupakan seorang konsultan managemenr training independen yang aktif memberikan pelatihan dilingkungan departemen pemeritahan maupun multinasional Inggris.
Buku ini cocok untuk semua kalangan baik guru, dosen, mahasiswa maupun kalangan umum. Buku ini ditujukan untuk orang-orang yang gemar membaca dan orang yang berminat untuk meningkatkan kemampuan membacanya.
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
19.51
0
komentar
MEMBACA,, why not?
Motivasi Dirimu untuk Membaca
Bagaimana memotivasi diri kita untuk membaca? Pertanyaan ini sering timbul pada saat kita menutup buku yang kita baca dan selanjutnya pengalihkan perhatian ke hal lain. Banyak orang beranggapan membaca adalah hal yang membosankan, karena baru beberapa halaman yang kita baca, mata kita mulai terasa berat. Beberapa hal yang kita lakukan agar kita lebih merasa tertarik untuk membaca adalah menumbuhkan rasa keingintahuan yang tinggi, kemudian menyadari sepenuhnya pentingnya membaca bagi kehidupan kita serta menerapakan kebiasaan membaca sejak dini.
Rasa keingintahuan yang tinggi dari seseorang hal ini mampu memotivasi kita untuk membaca, karena rasa penasaran dan keingintahuan itulah yang akan membimbing kita untuk menghabiskan berlembar-lembar halaman. Selalu berpikirlah bagaimana akhir cerita yang Anda baca. Maka rasa penasaran tersebut akan selalu timbul dalam benak Anda. Selanjutnya bagaimana jika buku yang kita baca adalah buku ilmiah. Tingkat keingintahuan pada orang dewasa jauh lebih tinggi, maka objek yang dibaca juga suah berbeda dan sesuai dengan minatya. Kemudian hal yang perlu kita lakukan adalah selalu menanamkan rasa kebiasaan membaca tersebut di dalam diri kita.
Menyadari sepenuhnya pentingnya membaca bagi kita adalah salah satu cara menimbulkan motivasi diri untuk membaca. Kita semua tahu segala sesuatu yang dilakukan dengan rasa kesadaran dari diri sendiri akan kita lakukan dengan mudah dan senang hati, tanpa ada rasa malas yang ada hanya semangat yang berapi-api. Oleh karena itu, jika kita telah menyadari arti pentingnya membaca bagi diri kita, motivasi itu akan muncul dengan sendirinya dan rasa malas lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Salah satu manfaat yang kita peroleh jika kita rajin membaca adalah pengetahuan dan informasi baru yang mampu membantu kita dalam banyak hal. Selanjutnya Jordan E. (1997) pernah menyatakan dalam bukunya yang berjudul “Bengkel Kreativitas” bahwa membaca memiliki dampak positif bagi perkembangan kecerdasan, yaitu:
1. Mempertinggi kecerdasan verbal/linguistik, karena dengan banyak membaca akan memperkaya kosakata.
2. Meningkatkan kecerdasan matematis-logis dengan “memaksa” kita menalar, mengurutkan dengan teratur dan berpikir logis untuk dapat mengikuti jalan cerita atau memecahkan suatu misteri.
3. Mengembangkan kecerdasan intrapersonal dengan mendesak kita merenungkan kehidupan dan mempertimbangkan kembali keputusan akan cita-cita hidup.
4. Membaca dapat memicu imajinasi dengan mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi dan karakternya.
Kegiatan membaca merupakan sebagai sumber ilmu bagi suatu kehidupan, karena tanpa membaca seseorang tidak bisa melakukan apapun. Hanya dengan membacalah kita mengetahui mengenai suatu ilmu pengetahuan. Seseorang memperoleh ilmu pengetahuan dari membaca dan bagaimana suatu negara bisa maju tanpa memilki sumber daya manusia yang cerdas dan terampil. Seseorang memperoleh pengetahuan mengenai sejarah negara dan bangsa yang ia cintai dari membaca. Negara yang maju adalah negara yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena jika suatu negara yang memilki sistem pendidikan yang baik maka negara tersebut akan terus berkembang dan menjadi negara yang maju. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan Handayani (2008) dalam artikelnya bahwa “jika ingin mengubah peradaban suatu bangsa, maka bakarlah semua buku dan gantilah dengan buku-buku baru yang sesuai peradaban yang ingin dibangun. Itulah manfaat besar buku secara umum”. Membaca merupakan sumber ilmu dari suatu bangsa, karena negara tersebut belajar dan berkembang dari sumber bahan bacaan. Membaca merupakan gudang ilmu dan pengetahuan. Kemudian manfaat lain yang kita peroleh dari membaca adalah sebuah kesuksesan, banyak sekali orang-orang ayng sukses karena membaca. Salah satu contoh kecil Tantowi Yahya, pria kelahiran Palembang, 29 Oktober 1960, itu mengakui keberhasilan dirinya sebagai presenter karena sejak kecil hingga saat ini aktif membaca buku-buku termasuk buku dari Amerika melalui kegiatan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA). Selanjutnya ia terpilih sebagai DBI /Duta Baca Indonesia 2006, karena hal itu merupakan penghormatan dan tanggung jawab untuk ikut meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat Indonesia yang saat ini dinilai masih rendah (http://www.antara.co.id/arc/2006/2/ 1/tantowi-yahya-jadi-duta-baca-2006/). Hal ini ada salah satu contoh kecil, kemudian contoh lain adalah seorang penulis atau seorang guru yang sukses. Kunci keberhasilan mereka adalah membaca. Selanjutnya seorang siswa yang berprestasi dikelas sudah pasti yang menjadi kunci keberhasilannya adalah dengan rajin membaca dan belajar.
Sebaiknya memotivasi diri untuk membaca dilakukan sejak dini, menerapkan kebiasaan membaca sejak dini adalah salah satu langkah yang baik, karena dengan penerapan sejak saat ini pula membuat kita menjadi seseorang yang terampil dalam membaca. Kemudian hal lain yang mampu membangkitkan minat Anda untuk membaca dengan memahami kutipan artikel ini yang dinyatakan oleh Yardi (2003):
Adakah hikmah atau pelajaran yang dapat kita petik ketika mengikuti berita "heboh" peluncuran buku kelima Harry Potter? Bagi saya, ada satu hal yang membuat saya berpikir, kagum, dan cemburu. Berpikir bukan karena saya ingin mendalami dunia sihir. Kagum bukan karena saya membaca buku Harry Potter itu. (Terus terang, dari keempat buku Harry Potter edisi
Dari kutipan artikel tersebut dapat kita pahami bahwa tingginya minat baca anak-anak yang tinggal didaerah Inggris dan Amerika. Novel yang jumlah halamannya sebanyak itu mampu mereka baca. Ternyata hilang sudah anggapan bahwa buku cerita yang menarik bagi anak-anak adalah buku yang berwarna dan penuh dengan gambar maupu lukisan. Nyatanya buku Harry Potter yang isinya hanya tulisan dan kebohongan serta imajinasi mampu membangkitkan gairah membaca semua orang. Tidak ada anggapan bahwa Novel tersebut di ciptakan hanya untuk remaja. Faktanya pembacanya hadir dalam berbagai usia. Bayangkan jika saat masih kecil saja mereka mampu membaca buku seperti itu, lalu bagaimana jika mereka sudah dewasa? Sudah berapa banyak buku fiksi maupun ilmiah yang mereka baca. Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa heran jika kedua Negara tersebut menjadi Negara yang maju dan berkuasa. Semua itu karena mereka menerapkan system gemar membaca dalam kehidupannya. Ternyata hal ini hanya contoh kecil yang kita peroleh dari sikap gemar membaca. Banyak manfaat lain kita dapatkan, jadi mulailah setiap hari kegiatan kita dengan kebiasaan membaca. Satu hal lagi, hal yang perlu kita ingat, sekarang adalah zaman internet. Hampir semua orang bekerja dengan internet yaitu dengan email, instant messaging, games, riset dan lain sebagainya. Anak-anak dan remaja pun tak lepas dari masalah kecintaannya terhadap internet dan melupakan membaca. Tahukah Anda? Tanpa disadari, orang-orang ini akan kehilangan kehidupannya dan tenggelam dalam dunia maya ini. Misalnya seseorang yang hanya sekedar mencari hiburan di internet. Internet memiliki kemiripan seperti televisi, radio dan buku komik yang juga memberikan segi negatif dan posotif. Banyak orang yang bergantung pada alat elektronik ini dan melupakan buku. Jadi pandai-pandailah menyeimbangkan keduanya. Bagaimanapun internet adalah suatu jendela emas yang membukakan mata seseorang terhadap kesempatan yang tidak terbatas untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan serta kesenangan/hiburan. Beberapa pernyataan diatas diharapakan mampu memotivasi kita untuk membaca, karena hanya dengan membaca kita bisa membuka pola pengembangan suatu pengetahuan dan informasi baru. Namun, hal yang tak patut kita lupakan adalah fasilitas. Banyak faktor yang dibutuhkan agar terealisasinya pencanangan gemar membaca. Dibutuhkannya dukungan keluarga yang memfasilitasi buku, serta pemerintah dengan peran sertanya dalam pemberdayaan perpustakaan bagi masyarakat. Mudahnya memdapatkan bahan bacaan adalah salah satu langkah baik untuk menerapkan kebiasaan membaca.
Hal yang harus dilakukan untuk memotivasi membaca adalah menimbulkan kemauan dari dalam diri kita untuk merasa tertarik dengan objek yang kita baca, selanjutnya pemahaman tentang pentingnya membaca bagi kehidupan kita serta membudidayakan kegiatan gemar membaca tersebut sejak saat ini. Peran serta dari berbagai faktor juga di perlukan untuk membiasakan kegiatan membaca, sehingga terbentuk di dalam masyarakat kita kegiatan cinta dan gemar membaca.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Ayan, Jordan E. 1997. Bengkel Kreativitas. Bandung: Penerbit Kaifa.
Handayani, Sri. 2008. “Menumbuhkan Budaya Gemar Membaca”. 28 Februari. http://www.takalarkab.go.id/cetak.php?id=56. Diakses tanggal 28 Mei 2008.
http://www.antara.co.id/arc/2006/2/1/tantowi-yahya-jadi-duta-baca-2006/.Diakses tanggal 28 Mei 2008
Yardi, Lidius. 2003. “Harry Potter, Tony Blair, dan Revolusi Bacaan” http://re-searchengines.com/lyardi2.html. Diakses tanggal 28 Mei 2008.
Diposting oleh
neng 'gelis Fransori
di
19.30
0
komentar
